[10.09] Oleh: Raka Yusuf



Kesusahan, kesulitan, atau apapun namanya, pasti pernah kita alami. Demikian juga dengan kegagalan, baik itu tak-sengaja (incidental), maupun karena buruknya perencanaan (bad-planned). Tidak ada yang sempurna di muka bumi ini, tapi yang Tuhan suka ialah mereka-mereka yang selalu berusaha untuk menjadi sempurna meskipun mereka pasti gagal memperoleh kesempurnaan.
Bagi orang-orang yang gigih (survivor), jatuh-bangun merupakan hal yang biasa. Seberapa banyak kita jatuh, sebanyak itu pula kita harus bangkit kembali. Tidak ada orang sukses yang tidak pernah jatuh. Tidak ada juara balap sepeda yang tidak pernah tergelincir. Tidak ada juara renang yang tidak pernah menelan air kolam renang.
Go on. Lanjutkan usaha kita. Bangkitlah. Teruskan apapun yang sedang kita kejar dalam hidup untuk masa depan yang lebih baik, untuk diri kita sendiri, untuk orang-orang yang kita sayang, untuk lingkungan kita, untuk Tuhan kita.
Dari kacamata lain, sebuah kegagalan adalah sebuah nikmat. Ada iman kuat yang kita butuhkan untuk menyadari nikmat ini. Ada kesadaran yang kemudian timbul untuk bangkit dan berdoa, mendekatkan diri dengan Tuhan untuk kebangkitan kita. Inilah nikmat yang sesungguhnya.
Move on. Ayo maju. Bukan sekedar bangkit. Berjalanlah. Berlarilah. Andaikan kita anak burung yang belajar terbang, ayo kembali kepakkan sayap. Cobalah lagi untuk terbang. Fly away! Tinggalkan jauh-jauh kegagalan. Analisa sejenak kenapa kita gagal, tapi jangan berlarut-larut dalam meratapi kegagalan. Kegagalan diberikan Tuhan untuk menyadarkan kita pada banyak hal. Kenapa kita gagal, untuk apa kita gagal, haruskah kita berhenti sejenak, semua merupakan pertanyaan yang harus direnungi sebentar.
Finally, don't look back. Ayo maju dan lanjutkan. Jangan sekali-sekali menoleh ke belakang. Di belakang hanya ada masa lalu yang tidak bisa kita ulangi. Yang ada hanyalah data-data yang kita bisa analisa sejenak agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama, agar kita tidak jatuh pada lubang yang sama, agar sang juara sepeda tidak tergelincir di tempat yang sama, agar sang juara renang tidak meminum air kolam dengan cara yang sama. Masa lalu hanya data yang tidak bisa berubah lagi. Yang bisa kita ubah adalah masa depan.
Selamat bersemangat. Semoga sukses!

(This post is for me and people who fall but never give themselves another try to fly)

-------
* Gambar diambil dari http://www.dontlookbackconcerts.com/img/dlb-logo.gif
Labels: , edit post
0 Responses

Posting Komentar