[20.32] Oleh: Raka Yusuf


Dikisahkan ada seorang budiman, sebut saja Pak Ahmad, memberikan sebuah rumah kepada seorang yang biasa-biasa saja, sebut saja Pak Edi. Pak Edi amat terkejut mendengar niat mulia Pak Ahmad.
"Kenapa saya diberikan rumah bagus ini, Pak Ahmad?" tanya Pak Edi. "Saya kan tidak mampu membayarnya."
Pak Ahmad hanya tersenyum dan berkata, "Tidak usah membayar, Pak. Silakan gunakan dan tempati rumah ini bersama keluarga Bapak. Tolong rumah ini dirawat dan dibersihkan saja, demi untuk Bapak dan keluarga Bapak juga toh."
Alkisah selanjutnya Pak Edi sekeluarga menempati rumah itu. Pada bulan-bulan pertama Pak Edi sekeluarga masih rajin merawat dan membersihkan rumah. Tetapi selanjutnya mulai ada rasa malas sehingga rumah tersebut kotor dan terbengkalai. Pak Edi sekeluarga pun mulai merasakan menurunnya kesehatan. Sampai suatu waktu rumah tersebut diambil kembali oleh Pak Ahmad.
Dalam hidup ini, mari kita renungi berapa banyak di antara kita yang hidup seperti Pak Edi. Tuhan memberikan kita amat banyak nikmat yang tak terhitung, tanpa Tuhan sendiri minta sesuatu sebagai imbalannya selain kita mensyukuri nikmat dan "merawatnya", toh itu semua untuk kita sendiri. Sama seperti ketika Pak Edi diminta merawat rumahnya.
Firman Tuhan,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Dan ingatlah ketika Tuhanmu memperingatkan, 'Bila engkau bersyukur maka akan Ku tambah nikmat untukmu, tapi bila engkau kufur akan nikmat-Ku maka sesungguhnya azab-Ku amatlah pedih'." (Q.S. Ibrahim: 14).
Tuhan telah memberikan nikmat yang amat banyak yang bahkan kita tidak sadari. Nikmat hidup, nyawa, udara, air, dan lain-lain, semuanya gratis.
Tuhan berfirman dalam Q.S. Al Kautsar ayat 1,

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

"Sesungguhnya Kami telah memberimu nikmat yang amat banyak."

Sedemikian banyak yang telah Tuhan berikan, akankah kita menganggapnya sebagai milik kita semata yang memang selayaknya kita dapatkan? Akankah kita berani mendustakan nikmat-nikmat itu? Ingatlah firman Tuhan dalam Q.S. Ar Rahman ayat 13,

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

"Maka, nikmat Tuhan kalian yang mana lagi yang akan kalian dustakan?"

Jadi, marilah kita banyak2 mensyukuri nikmat dengan cara "merawatnya". Semoga kita semua senantiasa menjadi manusia yang selalu ingat untuk bersyukur dan semoga Tuhan senantiasa menambah nikmat kita. Amin allaahumma aamiin.

-------
Tulisan ini merupakan inti dari khutbah Jumat, 23 September 2011, di Masjid Taman Ibadah, Tomang, Jakarta Barat.
Labels: edit post
0 Responses

Posting Komentar