[19.08] Oleh: Raka Yusuf



Dalam hidup, sering kita temui orang yang merasa tidak enak bila orang lain 'lebih' daripada dirinya, baik itu di lingkungan rumah, kantor, maupun organisasi lain. Well, bahasa gaulnya 'sirik terhadap kelebihan orang lain'. Tipe manusia seperti ini akan selalu berusaha melebihi orang lain, terutama orang yang dibencinya.
Pepatah mengatakan, ada beda antara kagum dan iri. Kagum adalah perasaan ingin menyamai. Iri adalah perasaan ingin melebihi.
Salahkah memiliki keinginan untuk melebihi orang lain? Rasanya tidak. Bahkan, kita boleh saja memiliki keinginan terburuk sekalipun dalam hidup selama keinginan itu tidak diimplementasikan, bukan? Nah, soal keinginan melebihi orang lain tentu saja menjadi buruk manakala cara yang ditempuh saat mengimplementasikannya merupakan cara yang buruk. Sayangnya, untuk urusan iri, cara yang ditempuh dapat dipastikan sebagai cara yang buruk. Ingat, iri tidak sama dengan kagum.
Lalu apa hubungannya dengan anjing menggonggong?
Hati-hatilah, orang yang iri dan fokus untuk melebihi kita akan menggunakan cara-cara licik untuk menjatuhkan kita. They might succeed. Mereka akan mencoba melakukan hal-hal yang dianggap lebih dari yang sudah kita lakukan. Mereka akan mencoba mengeluarkan ide-ide baru yang akan menghilangkan ide-ide kita sebelumnya. Apalagi kalau mereka memiliki jabatan tertentu. Bila mereka tidak mampu melakukan sesuatu melebihi yang sudah kita lakukan, maka mereka akan menghancurkan apa yang sudah kita lakukan. Ini sebuah kepastian. Bila mereka tidak bisa maju melebihi kita, maka mereka akan menarik kita mundur. Bagi mereka tidak masalah yang mana yang terjadi selama orang lain (baca: atasan dan rekan-rekan lain) melihat mereka berada di depan kita!
Mereka akan teriak-teriak ke seluruh penjuru dunia untuk mematikan karakter yang kita bangun bagi diri kita sendiri, istilah kerennya mereka melakukan character killing alias pembunuhan karakter, dan mereka tidak akan pernah berhenti sampai kita jatuh dan 'terbunuh'. Terkadang tipe yang seperti ini akan bersikap pura-pura tolol dan mampu tersenyum amat manis di depan semua orang untuk memuluskan aksinya. Mereka bersikap innocent. Playing possum.
Jika kita mampu menyadari gejala-gejala ini, sikap yang harus kita ambil ialah tetap waspada dan jangan terpengaruh dengan apapun. Anjing menggonggong kafilah berlalu. Tetaplah fokus dengan tujuan kita serta tanggung jawab terhadap tugas-tugas kita, karena kesalahan kecil kita -- apapun bentuknya, sekecil apapun -- akan menjadi amunisi bagi mereka untuk mem-blow up-nya besar-besaran, apalagi mereka mendapat dukungan dari rekan lain yang setipe. Trust me, I've been there!
Selalu waspadalah terhadap apapun. Abaikan suara-suara sumbang di sekitar kita dan tetaplah fokus. Ingat, anjing menggonggong kafilah berlalu.

-------
Gambar diambil dari http://farm1.static.flickr.com/81/226772766_b0b05116cd.jpg.

Labels: , edit post
0 Responses

Posting Komentar