[14.05] Oleh: Raka Yusuf
Jam tepat menunjukkan pukul 01:00 WIB ketika seorang pembawa acara pertandingan bola di sebuah stasiun TV menyapa para pemirsanya, "Selamat pagi para penggemar bola di seluruh tanah air. Tepat pukul 01:30 pagi hari ini kita akan menyaksikan pertandingan besar, atau big match, yang sudah kita tunggu-tunggu."

Saya tersenyum-senyum sendiri mengingat tulisan Rohadi (maaf bila ada kesalahan penulisan nama), seorang pengamat bahasa yang tinggal di Depok, beberapa tahun yang lalu di koran Kompas. Beliau benar-benar menentang kesalahan bahasa yang sering kita dengar di televisi pada pertandingan bola seperti contoh di atas.
Menurut Rohadi, penggunaan kata "pagi" untuk pukul 01:00 dini hari merupakan kesalahan umum para pembawa acara televisi. Kata "dini hari" tidak selalu sama dengan "pagi". Ada perbedaannya.
Klaim yang digunakan untuk menyatakan pukul 01:00 dengan menempelkan kata "pagi" ialah sebagai berikut. Pagi identik dengan dini hari. Dini hari berarti hari baru dimulai. Pukul 01:00 berarti hari baru dumulai selama sejam. Artinya, pukul 01:00 masih dini hari, berarti pukul 01:00 dapat disebut pagi.
Dimana letak kesalahan penyebutan dini hari sebagai pagi dalam contoh ini? Apa perbedaan dini hari dengan pagi?
Kira-kira seperti berikut inilah argumen dari Rohadi.
Di Indonesia dikenal 4 waktu dalam sehari, yakni pagi, siang, sore, dan malam. Dalam sehari ada 24 jam. Supaya adil, marilah kita membagi 24 jam itu menjadi 4 bagian , yakni 6 jam untuk masing-masing waktu. Dengan demikian, bila harus ada kata "tengah malam" (atau juga "tengah hari"), maka kira-kira pembagiannya seperti berikut:

  • pukul 03:00 sampai dengan 09:00 untuk pagi,
  • pukul 09:00 sampai dengan 15:00 untuk siang,
  • pukul 15:00 sampai dengan 21:00 untuk sore, dan
  • pukul 21:00 sampai dengan 03:00 untuk malam.

Pembagian di sini sudah cukup masuk akal, karena pukul 00:00 yang kita sebut sebagai "tengah malam" tepat berada di tengah-tengah antara pukul 21:00 dan 03:00. Dengan demikian, pukul 01:00 harus disebut sebagai "pukul 01:00 malam", bukan "pagi". Pukul 01:00 betul masih dini hari, tapi dini hari tidak selalu sama dengan pagi. Ada perbedaan mendasar antara dini hari dengan pagi. Jadi, pukul 01:00 dapat pula disebut sebagai "pukul 01:00 dini hari", tapi tetap bukan "pukul 01:00 pagi".
Sekarang saya akan menyuguhkan logika lain untuk mendukung Rohadi.
Pertanyaan yang menggelitik tentu saja: pukul berapakah dimulainya waktu malam? Pukul 18-kah, atau pukul 19? Anggap di Indonesia malam dimulai ketika matahari terbenam, yakni sekitar pukul 18:00. Pukul 00:00 yang kita sebut sebagai tengah malam mestinya berada di tengah-tengah antara mulainya malam dengan berakhirnya malam, bukan? Bila malam dimulai pukul 18:00 dan berada di tengah-tengah pada pukul 00:00, maka malam baru berakhir pukul 06:00. Jadi, mana mungkin kita menyebut pukul 01:00 sebagai pagi hari? Berpatokan pada kata "tengah malam" yang disepakati terjadi pada pukul 00:00, menyebut pukul 01:00 sebagai pagi sama saja memaksakan penyebutan pukul 23:00 sebagai sore. Dini hari tidak sama dengan pagi. Ada perbedaannya.
Semoga tulisan ini bermanfaat.

-------
Gambar diambil dari: http://images2.layoutsparks.com/1/176206/nite-time-thoughts-moon.png.
0 Responses

Posting Komentar