[10.15] Oleh: Raka Yusuf
Pernah belanja dengan kartu kredit atau kartu debit? Ah, itu sih biasa. Pernah belanja menggunakan kartu prabayar seperti kartu Flazz dari Bank BCA, kartu Brizzi dari Bank BRI, atau kartu Prepaid dari Bank Mandiri? Ya, itu juga sudah mulai biasa. Tapi sebentar lagi kita akan dapat membayar pembelian kita di berbagai merchant dengan hanya menempelkan ponsel kita ke sebuah reader. Teknologi ini disebut NFC (Near Field Communication).

Near Field Communication
Near Field Communication (NFC) adalah teknologi komunikasi berbasis RFID (Radio Frequency ID) yang mampu menyederhanakan transaksi, pertukaran data, dan koneksi nirkabel antar dua perangkat komunikasi dengan jarak amat dekat (hanya beberapa sentimeter) dengan prinsip induksi medan magnetik.
NFC bekerja dengan cara yang mirip dengan RFID. Sedikit perbedaannya, NFC dapat digunakan untuk pertukaran data seperti transfer file kecil atau konten digital lain. Fitur ini mungkin lebih dapat dibandingkan dengan teknologi Blutooth.
Dibuat oleh NXP Semiconductor dan Sony pada tahun 2002, teknologi contactless NCF ini kini telah banyak ditambahkan ke perangkat ponsel untuk memungkinkan pembayaran secara mobile dan aplikasi-aplikasi lainnya. Kemudian pada tahun 2004 dibentuk NFC Forum yang kini anggotanya sekitar 140 perusahaan termasuk LG, Nokia, Huawei, HTC, Motorola, NEC, RIM, Samsung, Sony Ericsson, Toshiba, AT&T, Sprint, Rogers, SK, Google, Microsoft, PayPal, Visa, Mastercard, American Express, Intel, TI, Qualcomm, dan NXP. Forum ini merumuskan resource sharing, proses pairing, dan transaksi antar perangkat NFC.
NFC dan Blutooth sama-sama teknologi komunikasi jarak pendek yang diintegrasikan ke dalam ponsel. NFC beroperasi dengan kecepatan yang lebih rendah dari Blutooh tapi membutuhkan daya listrik yang jauh lebih kecil dan tidak membutuhkan proses pairing seperti Blutooth.
Pada saat inisialisasi koneksi, NFC lebih cepat dibandingkan Blutooth, meskipun masih lebih lambat dibanding Blutooth yang hemat energi (Blutooth Low Energy). Hubungan antar dua perangkat hanya membutuhkan waktu kurang dari sepersepuluh detik. Transfer rate NFC lebih lambat (sekitar 424 kbps) dibandingkan Blutooth (Blutooth V2.1 sekitar 2,1 Mbps). Namun demikian, jarak yang amat pendek pada NFC menjadikannya lebih cocok untuk area yang padat akan sinyal komunikasi.
Sebagai tambahan, NFC distandarisasi oleh badan internasional ISO dengan standar ISO/ICE 18000-3.
Berikut ini ialah cntoh ponsel-ponsel yang telah dilengkapi NFC:
  • Nokia 603
  • Nokia 600
  • Nokia 700
  • Nokia 701
  • Nokia N9
  • Nokia C7-00 dan Nokia Astound serta Nokia Oro
  • Nokia 6216 Classic
  • Nokia 6212 Classic
  • Nokia 6131 NFC
  • Nokia 3220 + NFC Shell
  • Nokia 5140(i) + NFC Shell
  • Samsung S5230 Tocco Lite/Star/Player One/Avila
  • Samsung SGH-X700 NFC
  • Samsung D500E
  • SAGEM my700X Contactless
  • LG 600V contactless
  • Motorola L7 (SLVR)
  • Benq T80
  • Sagem Cosyphone
  • Google Nexus S
  • Google Nexus S 4G
  • Samsung Galaxy S-II (tidak semua, hanya beberapa versi)
  • Samsung Wave 578
  • Blackberry Bold 9900/9930
  • Turkcell T20
  • BlackBerry Torch 9810/9860
  • Blackberry Curve 9350/9360/9370
  • Galaxy Nexus
  • HTC Amaze 4g
Sayangnya, menurut Wikipedia, sampai saat tulisan ini dibuat, di Indonesia belum ada proyek-proyek penelitian ke arah NFC ini. Akankah kita hanya menjadi konsumer, atau kita akan ikut menjadi pemain utama dalam perkembangan teknologi NFC ini? Bagaimana dengan para peneliti kita, atau mereka-mereka yang harus menyusun tesis S2 atau desertasi S3? Ini tantangan buat kita semua.
Berita gembira untuk para pengembang Java Mobile, standar NFC ini diadopsi ke dalam spesifikasi JSR 257 dan ada cukup banyak ponsel yang mendukung spesifikasi ini. Ada sebuah proyek Open NFC di SourceForge mengenai NFC ini. Silakan klik di sini.

-------
Referensi:
http://en.wikipedia.org/wiki/Near_field_communication.
http://id.wikipedia.org/wiki/Near_Field_Communication.
http://jcp.org/aboutJava/communityprocess/edr/jsr257/index.html.
http://sourceforge.net/projects/open-nfc.
Labels: , edit post
0 Responses

Posting Komentar